Jenis-Jenis Kepiting yang Diperjualbelikan Melalui Platform E-Commers di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.24036/microbio.v4i1.138Keywords:
E-commerce, IUCN, Kepiting hias, Konservasi, Spesies endemikAbstract
Pergeseran paradigma pemasaran modern menuju platform digital yang memfasilitasi perdagangan komoditas perikanan, termasuk kepiting hias, namun sering kali mengabaikan akurasi informasi taksonomi dan status konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis kepiting yang diperjualbelikan melalui e-commerce di Indonesia serta meninjau status perlindungannya. Secara teoritis, studi ini mengacu pada peran ekologis kepiting serta urgensi dalam mencegah praktik biopiracy. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui pencarian kata kunci pada platform Shopee, Tokopedia, dan Lazada periode Februari-Maret 2026. Data diverifikasi menggunakan crab database dan dianalisis berdasarkan klasifikasi taksonomi serta status IUCN Red List dan CITES untuk spesies yang boleh diperdagangkan. Hasil penelitian menemukan 20 spesies kepiting dari 12 genera dan 6 famili. Temuan penting menunjukkan adanya perdagangan spesies endemik terancam punah (Endangered/EN), yakni Parathelphusa pantherina, serta spesies dengan status Data Deficient (DD) seperti Terrathelphusa chilensis. Kesimpulannya, perdagangan kepiting melalui e-commerce mencakup spesies dengan distribusi luas hingga spesies endemik yang memerlukan pengawasan ketat dan integrasi kebijakan konservasi untuk menjamin keberlanjutan keanekaragaman hayati di Indonesia.
